Pages

Tuesday, 2 July 2013

Barbie the Barbarians

Alhamdulillah bisa bangun pagian, walaupun itu jam 8 kurang :D
Lalu aku nonton Barbie 12 Dancing Princesses.
Udah pernah nonton sih, tapi entah kok lagi pingin aja nonton lagi.
Pingin bisa nari, dansa seperti mereka.
Juga, aku terpesona dengan kecantikan dan keanggunan mereka.
Lalu aku keinget seorang teman sekelas yang jaim banget (menurutku)
Emang sih jaim itu perlu soalnya cewek.
Padahal gila-gilaan juga perlu dan seru juga.
Hm. Lalu aku kepikiran kalo jangan-jangan karena aku nggak jaim sehingga aku masih jomblo sampe sekarang.
Aduh.
Hm.
Saking mangkelnya ketika ditanya Mas aku lagi nonton apa, aku jawab kalo aku nonton Barbie the Barbarians. Hahahahaha. Habisnya aku pikir-pikir imej film-film Barbie mesti yang indah dan anggun, gak pernah liar, keras, kasar, urakan :D :D :D
Moga aja para pembuatnya buat sekuel gitu dengan Barbie yang rada berotot, kuat, petarung, kostum Viking atau Norse, lalu hewan piaraannya bukan kucing atau anjing atau yang lucu-lucu tapi harimau Siberia :D :D :D
The problem is film Barbie adalah tontonan keluarga alias erat kaitannya dengan anak-anak sehingga dijauhkan dari imej kekerasan, darah, pembunuhan, bahkan di Barbie sepertinya hampir gak ada bentak-bentakan kayak OSPEK :D :D :D
Aaah, emang gadis-gadis di Barbie mempesona, wajahnya tirus, hidung kecil, paras lembut dan mempesona, leher panjang, badan tegap, tinggi, kurus tapi gak kering-kering amat. Sapa yang gak pingin jadi Barbie. Emang sih bahwa kecantikan itu didefinisikan tidak harus demikian.
Lalu aku kepikiran tentang dunia kerja yang menuntut kita untuk menjaga penampilan kita.
Hening deh.

No comments:

Post a Comment